Kisah Sukses Dagadu Diawali Cinta Untuk Jogja

Ketika berlibur di Jogja, sebagian besar para wisatawan pasti akan menemukan merk baju bernama Dagadu. Hampir di setiap pusat perbelanjaan kaos Dagadu mejeng di patung-patung atau etalase-etalase toko. Ya, Dagadu adalah merk kaos yang sangat terkenal di Jogja. Selain dikenal di kotanya, Dagadu juga popular di kalangan wisatawan lokal sebagai kaos wajib oleh-oleh dari kota Jogja.

Sebenarnya apa sih Dagadu itu? Dagadu adalah sebuah merk kaos asli Jogja. Yang membuatnya istimewa dibanding kaos sejenis adalah sablonannya yang bertema plesetan-plesetan dan gambar-gambar khas Jogja. Plesetan ataupun kata mutiara ini bersifat orisinil dan belum pernah dipopulerkan. Sehingga setiap pembelian kaos, kita akan mendapatkan kalimat plesetan yang mengandung humor atau pesan kebaikan yang menarik. Namun, dibalik ketenaran kaos Dagadu ini, ternyata tersimpan kisah lika-liku para foundernya yang menarik untuk diketahui.

logo baru dagadu djokdja

Siapa yang menyangka, kaos Dagadu ternyata diprakarsai oleh sekelompok mahasiswa arsitektur yang terlibat dalam suatu komunitas di Universitas Gajah Mada. Dibuat pada tahun 1994 dengan modal awal hanya 4 juta rupiah, Dagadu, hingga saat ini menjadi kaos nomor 1 di Jogja karena orisinalitasnya.

Konsen dari mahasiwa-mahasiswa  ini adalah tentang pariwisata dan perkotaan. Ketika dihelat event-event kepariwisataan, para anggota komunitas ini rajin mengikutinya. Hingga suatu hari, ketika komunitas ini mendapat kesempatan mengisi sebuah kios di Malioboro Mall, mereka tidak membuang kesempatan ini dan mengisinya dengan menjual berbagai kaos murah.

Ketika berjualan, pangsa pasar yang dituju oleh para foundernya adalah para mahasiswa yang banyak terdapat dan tersebar di Jogja yang dikenal sebagai Kota Pelajar dengan banyaknya kampus di kota ini. Nyatanya, respon yang didapat melebihi ekspektasi mereka. Berbagai lapisan masyarakat justru menyukainya karena konsep kaos yang menunjukkan kekhasan Jogja dan harga yang relatif terjangkau.

Didorong oleh respon masyarakat yang baik dan didukung oleh sumberdaya yang kreatif dan inovatif yang dimiliki, Dagadu semakin berani berkecimpung lebih dalam ke dunia bisnis. Dagadu yang awalnya hanya menjual kaos-kaos bergambar dan kata-kata plesetan, kini berinovasi dengan memproduksi berbagai barang kebutuhan atau barang souvenir seperti tas, topi, gantungan kunci, dompet, dan mug.

contoh kata orisinil kaos dagadu

Keberhasilan yang didapat Dagadu bukanlah hal yang instant. Perjuangan dibalik terkenalnya merk Dagadu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak semulus pipi Syahrini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari para foundernya.

Apa sebenarnya yang membuat masyarakat jatuh hati kepada Dagadu? Jawabannya adalah “keJogjaannya”. Ya, dengan rasa bangga, Dagadu mempromosikan kaosnya selalu dengan embel-embel Jogja. Entah dalam bentuk kata-kata, celetukan lucu, pantun, atau objek gambar yang mencirikan kota kaos ini dilahirkan. Pada saat itu, kaos berkonsep Jogja memang masih sedikit untuk ditemukan.

Pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif dari para desainernya dan usaha yang tidak kenal lelah juga merupakan hal yang menentukan keeksisan Dagadu hingga saat ini. Selalu berusaha menuangkan ide yang segar dan kekinian pada barang produksinya, menjadikan Dagadu selalu menjadi pilihan favorit masyarakat dari generasi ke generasi dan menaikkan rasa percaya diri konsumennya.

yogyatourium dagadu djokdja

Satu hal lagi yang paling menentukan dari kesuksesan Dagadu hingga detik ini adalah prinsipnya yang tidak membuka franchise. Memegang teguh prinsip ini, Dagadu beralasan  kualitas dan keaslian produk yang tetap terjaga merupakan konsern mereka. Sehingga para konsumen tidak akan pernah merasa kecewa. Prinsip bisnis tidak menjadikan mereka melupakan idealism awal pembentukan Dagadu.

Sebagai rasa terimakasih Dagadu kepada masyarakat, sekaligus cara promosinya yang kreatif, Dagadu sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat ikut terlibat di dalamnya. Seperti raceplorer yaitu kegiatan bersepeda melintasi kota bersama masyarakat, kumpul bocah yang melibatkan anak-anak di akhir pekan dengan berkegiatan positif, dan bentuk lainnya yang kreatif dan khas Dagadu.

Lewat hal-hal sederhana, Dagadu tetap menjadi bagian dari masyarakat Jogja. Keuletannya mengenalkan semua hal mengenai Jogja adalah alasan terbesar masyarakat Jogja menjatuhkan pilihannya kepada Dagadu. Belajar dari Dagadu, jatuh cintalah pada daerahmu, maka daerahmu akan mencintaimu. Sebagai pabrik kata-kata, sesuai dengan mottonya, Dagadu mencintai Jogja sepenuh kata-kata yang tercipta.