Bisnis Jersey Bola di Indonesia, Menggiurkan !

Bisnis jersey sepakbola di Indonesia bukanlah bisnis yang “laris manis” sebelum tahun 90-an. Barulah ketika TV hadir di setiap rumah, beberapa chanel TV swasta menyiarkan pertandingan sepakbola. Dari situ masyarakat Indonesia mulai terhipnotis dengan sepakbola dan para pebisnis melihat kesempatan yang terbuka dari fenomena ini.

Penjualan jersey bola di Indonesia sendiri masih didominasi oleh jersey klub luar terutama klub-klub liga Inggris seperti Manchester United atau Liverpool. Hal ini dikarenakan orang Indonesia yang menyukai klub dalam negeri tidak lebih banyak daripada yang menyukai klub luar.

bisnis jersey bola

Alasan yang diberikan bermacam-macam, mulai dari permainan sepakbola Indonesia yang belum se-menarik klub-klub Eropa, sampai manajemen sepakbola Indonesia yang masih “ngalor-ngidul”.

Pelajari Rahasia Bisnis Jersey Sepakbola Indonesia

Meski banyak teori yang diajarkan, tapi sebenarnya tidak ada ilmu pasti dalam bisnis. Satu hal yang pasti adalah kita harus bisa jeli melihat kesempatan dan terus mengikuti perkembangan jaman. Memprediksi produk yang akan laku terjual dalam industri jersey bisa dibilang gampang-gampang susah.

Kadang penjualan bisa meningkat ketika turnamen tertentu sedang berlangsung atau kalau salah satu klub ternama mengeluarkan jersey model baru, atau penjualan jersey klub tertentu menurun karena performa klub yang sedang cenderung turun.

Di antara banyak hal yang mesti diperhatikan, setidaknya kami telah merangkum 4 hal penting yang harus kamu pertimbangan saat memulai bisnis jersey.

  1. Struktur dan Ukuran Pasar

Mengerti struktur pasar adalah hal pertama yang harus kamu perhatikan. Selalu ingat, fans adalah konsumen. Itu artinya, banyaknya fans sebuah klub sepakbola mempengaruhi jumlah stok jersey yang tersedia di gudang. Stok jersey yang paling banyak adalah stok jersey klub sepakbola dengan fans terbanyak.

Salah satu pebisnis jersey sepakbola di Indonesia mengatakan jersey yang paling populer adalah Manchester United di urutan pertama, disusul oleh Chelsea, dan di posisi ke tiga ada Barcelona. Jadi sebagai ramalan stok barang di gudang, mungkin kamu harus memperbanyak produk dari 3 klub yang telah disebutkan.

  1. Klub dengan Perfoma Terbaik di Musim yang Sedang Berlangsung

Ini adalah salah satu tren yang akan memberikan efek yang cukup besar pada struktur pasar. Klub-klub yang berada pada urutan 5 besar di liga-liga raksaasa seperti EPL, La Liga, Serie A dan yang sedang berlaga di Liga Champion akan mengundang para fans-nya untuk membeli jersey klub mereka.

Kamu harus selalu memperhatikan perkembangan klasemen bola di tiap liga sebelum kamu memutuskan untuk menambah stok.

industri sepak bola

  1. Pemain dengan Performa Terbaik

Selain badge klub bola favorit, hal lain yang membuat seseorang membeli jersey sepakbola adalah nomor punggung dan nama pemain idolanya. Semakin besar nama seorang pemain bola semakin banyak fans yang akan menggilainya. Ini adalah kesempatan besar untuk meraup keuntungan.

Tidak banyak peminat jersey Cristiano Ronaldo saat di Sporting Lisbon. Jersey CR7 semakin banyak diminati ketika pemain Portugal ini mulai dilirik oleh Sir Alex Ferguson dan ditarik main ke klub setan merah. Jersey Man. UTD milik CR7 mulai tersebar luas dan semakin hebat popularitasnya ketika Ronaldo memutuskan merumput bersama Real Madrid.

 

Layaknya industri-industri lain, bisnis jersey bola akan selalu tentang prediksi dan spekulasi. Memang tidak ada yang benar-benar pasti tapi kita selalu bisa memperbesar kesempatan kita untuk menang. Seperti halnya perjudian, bisnis selalu diwarnai dengan untung-rugi. Contohnya, situs mahabet.org  yang telah bertahun-tahun melayani member-membernya dengan profesional dan akan selalu menyajikan pengalaman terbaik dalam berjudi online.

C59, Kaos Legendaris Anak Muda 90an

logo baru c59 - kaos asli bandungBagi para penggemar kaos oblong, pasti tidak asing lagi dengan brand C59 asal Bandung. Kaos C59 ini pernah hits di kalangan  anak muda Indonesia, khususnya tahun 90an. Selain nyaman dipakai, pesan yang disampaikan dari isi kaos juga sangat mendalam dan kekinian. Kaos C59 laris dipakai oleh kalangan pelajar dan mahasiswa sampai sekarang.

Bagi kamu yang penasaran, brand C59 adalah singkatan dari Caladi Lima Sembilan yang merupakan nama salah satu jalan di kota Bandung. Nama tersebut merupakan alamat pemilik usaha C59 yakni Marius Widyarto Wiwied. Wiwied sendiri tinggal di Jl. Caladi No. 59, Bandung.

Wiwied memulai usahanya di bidang garmen sejak tahun 1980. Dia lebih berfokus pada kaos oblong sablon dengan model sablonan yang menarik dan tulisan penuh makna. Pada awalnya, C59 melayani pesanan kaos oblong bergambar dengan pengerjaan manual dan belum menggunakan komputer. Baru pada tahun 1985, kaos C59 menunjukkan inovasinya dari segi teknis pisah warna, jenis sablon dan meningkatkan keunggulan bahan T-shirtnya.

Wiwied memulai usahanya dengan modal awal sebesar Rp 2.500.000,- yang diperolehnya dari penjualan kado pernikahannya pada tahun 1980. Modal itulah yang digunakan Wiwied untuk membeli 2 unit mesin jahit dan 1 unit mesin obras. Selain itu, dana tersebut juga digunakan sebagai modal kerja, membeli bahan baku dan upah beberapa orang karyawannya.

wiwied - pendiri c59

Usaha ini dirintis berawal dari kegelisahannya melihat teman-temannya dari luar negeri yang begitu bangga menggunakan kaos bergambar ikon kota-kota mancanegara. Dia tertantang untuk membuat kaos sendiri dengan brand asli Indonesia dan bertekad untuk mengembangkan usahanya agar dikenal khalayak banyak. Ia juga sengaja membuat kaos bergambar patung Liberty dan kota New York dan sesumbar mengatakan bahwa omnya baru saja pulang dari luar negeri. Sejak saat itulah ia mulai dikenal mampu membuat kaos berkualitas. Kaos yang ia buat pun banyak dipesan oleh berbagai kalangan, termasuk salah satu perusahaan kontraktor.

Ketika kaos C59 makin maju, pada tahun 1990 Wiwied mengembangkan usahanya dengan membangun pabrik dan fasilitas modern serta membangun showroom pertamanya di Jl. Tikukur No. 10. Kemudian pada periode 1993-1994, C59 resmi menjadi sebuah perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan jabatan Direktur Utama dipegang oleh Wiwied hingga saat ini. Sejak saat itulah, usaha C59 makin berkembang pesat dan menyebar ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Balikpapan, Lampung, Malang dan Makassar.

Hingga saat ini, C59 makin menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Ini dapat dilihat dari jumlah showroom yang telah mencapat 22 toko dan lebih dari 250 outlet tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, C59 juga menjalin kerjasama dengan Matahari Department Store untuk mengembangkan pasar lokal di Indonesia. Wiwied sendiri sudah mempersiapkan usahanya untuk menghadapi perdagangan bebas, baik tingkat regional Asia Tenggara, maupun dunia.

desain kaos c59

C59 juga aktif menjalin kerjasama dengan pihak luar negeri untuk terus mengembangkan usahanya. Terbukti dengan tingginya permintaan ekspor tiap tahunnya. Ekspor yang dilakukan C59 bahkan sudah merambah ke pasar internasional seperti ke Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Jerman, Prancis, Inggris, Australia, Jepang, Cheko, Slovakia dan Amerika Serikat.

Beberapa penghargaan yang diperoleh C59 di antaranya adalah meraih Upakarti untuk kategori Usaha Kecil Menengah (UKM) tahun 1996 dan penghargaan internasional Merit Award untuk kategori tema : Kalender Terbaik. Untuk kamu pencinta kaos C59, pasti makin bangga dong memakai brand ini. Selain mendunia, C59 telah sukses menjadi produk kebanggaan Indonesia. Wa bil khusus anak muda zaman 90an, selamat bernostalgia!

Kisah Sukses Dagadu Diawali Cinta Untuk Jogja

Ketika berlibur di Jogja, sebagian besar para wisatawan pasti akan menemukan merk baju bernama Dagadu. Hampir di setiap pusat perbelanjaan kaos Dagadu mejeng di patung-patung atau etalase-etalase toko. Ya, Dagadu adalah merk kaos yang sangat terkenal di Jogja. Selain dikenal di kotanya, Dagadu juga popular di kalangan wisatawan lokal sebagai kaos wajib oleh-oleh dari kota Jogja.

Sebenarnya apa sih Dagadu itu? Dagadu adalah sebuah merk kaos asli Jogja. Yang membuatnya istimewa dibanding kaos sejenis adalah sablonannya yang bertema plesetan-plesetan dan gambar-gambar khas Jogja. Plesetan ataupun kata mutiara ini bersifat orisinil dan belum pernah dipopulerkan. Sehingga setiap pembelian kaos, kita akan mendapatkan kalimat plesetan yang mengandung humor atau pesan kebaikan yang menarik. Namun, dibalik ketenaran kaos Dagadu ini, ternyata tersimpan kisah lika-liku para foundernya yang menarik untuk diketahui.

logo baru dagadu djokdja

Siapa yang menyangka, kaos Dagadu ternyata diprakarsai oleh sekelompok mahasiswa arsitektur yang terlibat dalam suatu komunitas di Universitas Gajah Mada. Dibuat pada tahun 1994 dengan modal awal hanya 4 juta rupiah, Dagadu, hingga saat ini menjadi kaos nomor 1 di Jogja karena orisinalitasnya.

Konsen dari mahasiwa-mahasiswa  ini adalah tentang pariwisata dan perkotaan. Ketika dihelat event-event kepariwisataan, para anggota komunitas ini rajin mengikutinya. Hingga suatu hari, ketika komunitas ini mendapat kesempatan mengisi sebuah kios di Malioboro Mall, mereka tidak membuang kesempatan ini dan mengisinya dengan menjual berbagai kaos murah.

Ketika berjualan, pangsa pasar yang dituju oleh para foundernya adalah para mahasiswa yang banyak terdapat dan tersebar di Jogja yang dikenal sebagai Kota Pelajar dengan banyaknya kampus di kota ini. Nyatanya, respon yang didapat melebihi ekspektasi mereka. Berbagai lapisan masyarakat justru menyukainya karena konsep kaos yang menunjukkan kekhasan Jogja dan harga yang relatif terjangkau.

Didorong oleh respon masyarakat yang baik dan didukung oleh sumberdaya yang kreatif dan inovatif yang dimiliki, Dagadu semakin berani berkecimpung lebih dalam ke dunia bisnis. Dagadu yang awalnya hanya menjual kaos-kaos bergambar dan kata-kata plesetan, kini berinovasi dengan memproduksi berbagai barang kebutuhan atau barang souvenir seperti tas, topi, gantungan kunci, dompet, dan mug.

contoh kata orisinil kaos dagadu

Keberhasilan yang didapat Dagadu bukanlah hal yang instant. Perjuangan dibalik terkenalnya merk Dagadu tidak semudah membalikkan telapak tangan dan tidak semulus pipi Syahrini. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari para foundernya.

Apa sebenarnya yang membuat masyarakat jatuh hati kepada Dagadu? Jawabannya adalah “keJogjaannya”. Ya, dengan rasa bangga, Dagadu mempromosikan kaosnya selalu dengan embel-embel Jogja. Entah dalam bentuk kata-kata, celetukan lucu, pantun, atau objek gambar yang mencirikan kota kaos ini dilahirkan. Pada saat itu, kaos berkonsep Jogja memang masih sedikit untuk ditemukan.

Pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif dari para desainernya dan usaha yang tidak kenal lelah juga merupakan hal yang menentukan keeksisan Dagadu hingga saat ini. Selalu berusaha menuangkan ide yang segar dan kekinian pada barang produksinya, menjadikan Dagadu selalu menjadi pilihan favorit masyarakat dari generasi ke generasi dan menaikkan rasa percaya diri konsumennya.

yogyatourium dagadu djokdja

Satu hal lagi yang paling menentukan dari kesuksesan Dagadu hingga detik ini adalah prinsipnya yang tidak membuka franchise. Memegang teguh prinsip ini, Dagadu beralasan  kualitas dan keaslian produk yang tetap terjaga merupakan konsern mereka. Sehingga para konsumen tidak akan pernah merasa kecewa. Prinsip bisnis tidak menjadikan mereka melupakan idealism awal pembentukan Dagadu.

Sebagai rasa terimakasih Dagadu kepada masyarakat, sekaligus cara promosinya yang kreatif, Dagadu sering mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengajak masyarakat ikut terlibat di dalamnya. Seperti raceplorer yaitu kegiatan bersepeda melintasi kota bersama masyarakat, kumpul bocah yang melibatkan anak-anak di akhir pekan dengan berkegiatan positif, dan bentuk lainnya yang kreatif dan khas Dagadu.

Lewat hal-hal sederhana, Dagadu tetap menjadi bagian dari masyarakat Jogja. Keuletannya mengenalkan semua hal mengenai Jogja adalah alasan terbesar masyarakat Jogja menjatuhkan pilihannya kepada Dagadu. Belajar dari Dagadu, jatuh cintalah pada daerahmu, maka daerahmu akan mencintaimu. Sebagai pabrik kata-kata, sesuai dengan mottonya, Dagadu mencintai Jogja sepenuh kata-kata yang tercipta.